PENJUAL HEBAT: MEMILIKI BAKAT YANG DIPERKUAT OLEH TEKAD
Latihan: Kunci Menjadi Penjual Hebat
Seorang penjual hebat tidak lahir hanya dari bakat semata. Bakat memang penting, tetapi latihan jauh lebih menentukan (James Gwee, 2011).
Mozart berlatih menciptakan concerto selama 10 tahun sebelum terkenal. Bobby Fischer pun butuh 9 tahun mengasah kemampuan hingga menjadi pecatur dunia. Penelitian Daniel Levitin menegaskan, dibutuhkan 10 ribu jam latihan untuk menjadi ahli kelas dunia. Malcolm Gladwell menambahkan, orang sukses bukan hanya berlatih keras, tapi berlatih jauh lebih keras dari orang lain.
Dalam otak, keterampilan membentuk sirkuit yang bisa hilang jika tidak dilatih. Untungnya, otak manusia lentur dan dapat diaktifkan kembali dengan latihan terus-menerus (Restak, 2005).
Thomas Alva Edison adalah contoh nyata. Meskipun dikeluarkan dari sekolah dasar karena dianggap bodoh, ia tetap rajin membaca dan bereksperimen. Di usia 22 tahun, ia berhasil mendapatkan paten pertamanya.
Di Indonesia, banyak penjual sukses belajar secara otodidak. Purdi E. Chandra mendirikan Primagama dari nol hingga menjadi lembaga bimbingan belajar besar. Hariadi Dharmawan, pendiri Matahari, awalnya hanya penjaga toko mertua sebelum mempelajari strategi penjualan. Perry Tristianto pun gagal dalam usaha jeans, tapi bangkit dengan konsep factory outlet hingga sukses besar.
Karakter penting penjual hebat adalah semangat, optimistis, kerja keras, tidak mudah menyerah, dan terus mencari ide baru.
Kesuksesan juga datang dari fokus pada visi. Michael Dell fokus pada komputer, Anita Roddick pada kosmetik ramah lingkungan, Bill Gates pada Microsoft. Mereka terus belajar, optimis, dan tidak membiarkan kegagalan menghalangi langkah maju.
Kembali ke Blog
Seorang penjual hebat tidak lahir hanya dari bakat semata. Bakat memang penting, tetapi latihan jauh lebih menentukan (James Gwee, 2011).
Mozart berlatih menciptakan concerto selama 10 tahun sebelum terkenal. Bobby Fischer pun butuh 9 tahun mengasah kemampuan hingga menjadi pecatur dunia. Penelitian Daniel Levitin menegaskan, dibutuhkan 10 ribu jam latihan untuk menjadi ahli kelas dunia. Malcolm Gladwell menambahkan, orang sukses bukan hanya berlatih keras, tapi berlatih jauh lebih keras dari orang lain.
Dalam otak, keterampilan membentuk sirkuit yang bisa hilang jika tidak dilatih. Untungnya, otak manusia lentur dan dapat diaktifkan kembali dengan latihan terus-menerus (Restak, 2005).
Thomas Alva Edison adalah contoh nyata. Meskipun dikeluarkan dari sekolah dasar karena dianggap bodoh, ia tetap rajin membaca dan bereksperimen. Di usia 22 tahun, ia berhasil mendapatkan paten pertamanya.
Di Indonesia, banyak penjual sukses belajar secara otodidak. Purdi E. Chandra mendirikan Primagama dari nol hingga menjadi lembaga bimbingan belajar besar. Hariadi Dharmawan, pendiri Matahari, awalnya hanya penjaga toko mertua sebelum mempelajari strategi penjualan. Perry Tristianto pun gagal dalam usaha jeans, tapi bangkit dengan konsep factory outlet hingga sukses besar.
Karakter penting penjual hebat adalah semangat, optimistis, kerja keras, tidak mudah menyerah, dan terus mencari ide baru.
Kesuksesan juga datang dari fokus pada visi. Michael Dell fokus pada komputer, Anita Roddick pada kosmetik ramah lingkungan, Bill Gates pada Microsoft. Mereka terus belajar, optimis, dan tidak membiarkan kegagalan menghalangi langkah maju.